Sunday, January 03, 2010

Bikin Survei Online Gratis di http://www.kwiksurveys.com



Jaman sudah maju. Di era iptek yang melek teknologi, kini survey dapat dibuat online. Gratis lagi!!! Tinggal ngikuti petunjuk di layar, dan beres. Survei tanpa kertas alias paperless. Hasil survei langsung bisa diolah. Great!

Berikut ini kata-kata sesumbarnya:

Create online surveys and forms in minutes

100% Free and easy to use service.
Create Web forms and surveys, collect & download results
KwikSurveys offers the following benefits over traditional subscription services.

1. NO hidden charges, its FREE !
2. Unlimited number of questions, answers and surveys
3. 100,000+ users world wide
4. Secure and Reliable service
5. We do not send unsolicited emails
6. We have the simplest survey builder
7. Downloadable results CSV format (MS Word, Open office)
8. Customizable Surveys, Logo's and themes
9. Embedded surveys directly into HTML webpages, forums etc..
10. Email Notifications upon survey completion
11. Use your own email provider
12. Send surveys via our email facility
13. NO advertising
14. Surveys can be sent by email or linked to
15. Anonymous or tracked surveys
16. Results filtering
17. Updated question builder with question preview & spell checker
18. Language suport now includes unicode utf-8
19. Star rating questions
20. Multiple choice matrix questions
21. Skip logic

Thursday, December 31, 2009

Selamat Jalan Gus Dur, Sang Jurnalis, Kolumnis, Pengarang




Gus Dur merupakan potret kehidupan Jurnalis, Kolumnis, Pengarang, Politikus, Humorolog, Presiden, Kyai nyentrik yang penuh liku. Selamat Jalan, Semoga terang dan lapang kuburannya. Semoga Ditempatkan di sisi Allah SWT.

Abdurrahman Wahid memiliki karir awal sebagai jurnalis, menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas. Artikelnya diterima dengan baik dan ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Dengan popularitas itu, ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar, membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang, tempat Wahid tinggal bersama keluarganya.

Meskipun memiliki karir yang sukses pada saat itu, Gus Dur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es untuk digunakan pada bisnis Es Lilin istrinya [15]. Pada tahun 1974, Wahid mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas dan segera mengembangkan reputasi baik. Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam.

Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam. Sekali lagi, Wahid mengungguli pekerjaannya dan Universitas ingin agar Wahid mengajar subyek tambahan seperti pedagogi, syariat Islam dan misiologi. Namun, kelebihannya menyebabkan beberapa ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas dan Wahid mendapat rintangan untuk mengajar subyek-subyek tersebut. Sementara menanggung semua beban tersebut, Wahid juga berpidato selama ramadhan di depan komunitas Muslim di Jombang. (Sumber wikipedia)