Thursday, November 05, 2009

Kacamata Penerjemah vs Manusia Penerjemah


Jepang - Bahasa seringkali menjadi kendala saat seseorang berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Sebuah 'kacamata' penerjemah akan memudahkan dalam berkomunikasi. Seperti apa sih?

Adalah NEC, sebuah perusahaan teknologi Jepang yang membesut alat tersebut. Berbentuk menyerupai kacamata, namun tanpa lensa, Tele Scouter-demikian nama alat ini- akan membantu orang yang mengenakannya untuk memahami bahasa lawan bicaranya.

Syaratnya, kedua orang yang sedang bercakap-cakap harus mengenakan kacamata ini. Hasil terjemahan akan tersedia secara cepat melalui suara dan teks, seperti layaknya subtitle dalam film.

"Anda dapat membuat percakapan terus mengalir. Alat ini dapat digunakan dalam pembicaraan penting," ujar pejabat pengembangan pasar NEC, Takayuki Omino, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (6/11/2009).

Dengan kehadiran alat ini, kedua pihak yang terlibat dalam pembicaraan tidak membutuhkan jasa seorang penerjemah manusia, sehingga kerahasiaan percakapan dapat lebih terjaga.

Cara kerjanya, setiap ucapan pembicara akan ditangkap oleh mikrofon, diterjemahkan oleh software penerjemah dan terjemahan akan tersedia, baik dalam bentuk teks maupun audio. Pengguna alat ini tetap masih bisa menatap lawan bicaranya karena teks terjemahan hanya akan diproyeksikan ke bagian retina.

Untuk tahap awal, Tele Scouter ini akan diluncurkan di Jepang, November tahun depan, namun tanpa alat penerjemah. Tele Scouter tanpa penerjemah ini dapat digunakan oleh orang-orang di bagian penjualan, dengan cara dihubungkan kamera, software pendeteksi wajah dan database klien toko untuk memberikan informasi tentang riwayat pembelian konsumen.

Sementara itu Tele Scouter yang dilengkapi dengan penerjemah rencananya baru akan diluncurkan di tahun 2011.

Tele Scouter (AFP) & Fransiska Ari Wahyu - detikinet

10 Tips Menulis Fiksi dari "King of Horror" Stephen King


Bagi anda yang tertarik untuk menjadi penulis novel fiksi, atau baru coba-coba untuk menulis, mungkin buku karya Stephen King yang berjudul Stephen King-On Writing-A Memoir of the Craft bisa menjadi salah satu bahan bacaan anda.

Dalam buku ini, Stephen King, yang dijuluki “the King of Horror” karena karya-karyanya yang bergenre horor dan terjual jutaan copy, menuliskan autobiografinya sekaligus berbagi kiat-kiat dan pengalamannya dalam menciptakan karya-karya fiksinya.

Beberapa kiat yang saya temukan dalam buku ini, antara lain:

1. Belajarlah mengenali ide saat dia datang mendekatimu. Ide bisa datang kapan saja dan dimana saja, yang penting adalah apakah anda menyadari bahwa hal tersebut bisa diangkat menjadi cerita yang menarik.

2. Jangan menggunakan kata keterangan terlalu banyak. penggunaan banyak kata keterangan bisa membuat cerita fiksi menjadi membosankan dan terasa hanya seperti sebuah laporan tanpa membawa emosi pembacanya larut dalam cerita.

3. Tulis apa yang ingin anda tulis! Kalau anda merasa terinspirasi untuk menulis cerita drama, horor, atau apapun, jangan ragu-ragu untuk memulai menuliskannya.

4. Gunakan kalimat-kalimat yang lugas. Kalimat-kalimat yang singkat dan lugas akan membangkitkan daya imajinasi para pembaca. Daripada mendeskripsikan setiap hal dalam cerita anda secara detail, mungkin ada baiknya anda hanya menuliskan satu kalimat singkat untuk menggambarkannya dan biarkan para pembaca anda mempunyai gambaran sendiri tentang hal tersebut.

5. Jangan menetapkan tema. Mulailah menulis dari satu kejadian yang ingin anda tulis. lalu kembangkan ceritanya dari titik itu, biarkan tokoh-tokohnya bercerita sendiri. Akhirnya lakukan penulisan ulang cobalah temukan “sesuatu” yang menjadi benang merah yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut, perjelas “sesuatu” tersebut.

6. Gunakan hal-hal yang anda ketahui hanya untuk memperkaya cerita. Misalnya hal-hal dalam pekerjaan anda. Kebanyakan orang mungkin tidak tertarik untuk mengetahui bagaimana keseharian seorang penjaga toko, tapi petualangan seorang penjaga toko yang menyaksikan pembunuhan dan diburu sekelompok penjahat bisa menjadi cerita yang menarik.

7. Perbanyak membaca, dan banyaklah menulis! Karya penulis lain bisa memberi anda inspirasi dan membantu anda untuk menemukan gaya menulis anda sendiri.

8. Tetapkan waktu yang teratur setiap hari untuk menulis. Kalau anda sudah memiliki jadwal tertentu untuk menulis, menulis pada akhirnya mungkin menjadi kebiasaan anda dan anda bisa menuliskan novel anda sendiri.

9. Menulislah di ruangan tertutup. anda harus punya tempat pribadimu untuk menulis. Hal ini diperlukan agar konsentrasi anda saat menulis tidak terganggu.

10. Bacalah tulisanmu, hanya untuk dirimu sendiri. Setelah anda bisa memahami tulisan anda sendiri, berbagilah dengan pembaca pertama anda dan minta pendapatnya.

Semua kiat disampaikan Stephen King dalam bukunya dengan gaya bahasa yang menarik dan tidak membosankan, lugas dan mudah untuk dimengerti, disertai dengan berbagai contoh nyata dari pengalaman pribadi sang penulis.

sumber: Ferdinandus Untoro Ardi dari http://karismareview.blogspot.com/2009/02/10-tips-menulis-fiksi-dari-king-of.html